Saya merasa senang sekaligus bersyukur bisa menjadi bagian dari BRIN dan hadir sebagai perwakilan peserta Degree by Research dalam penandatanganan simbolis Perjanjian Kepesertaan Program Manajemen Talenta Nasional Bidang Riset dan Inovasi. Acara ini berlangsung pada 24 September 2026 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta.
Momen penandatanganan itu menjadi bagian yang paling personal bagi saya. Saya hadir membawa nama program Degree by Research, sekaligus mewakili teman-teman peserta yang sedang menempuh perjalanan risetnya masing-masing.
Dalam surat undangan resmi BRIN, saya tercatat sebagai peserta Degree by Research pada Pusat Riset Ekonomi, Industri, Jasa, dan Perdagangan. Dua peserta lain mewakili program Research Assistant dan Postdoctoral. Tiga jalur pengembangan talenta hadir dalam satu rangkaian, masing-masing pada tahap berbeda tetapi dengan tujuan yang sama: tumbuh melalui riset dan menghasilkan pengetahuan yang berguna.
Tentang Degree by Research BRIN
Degree by Research atau DbR adalah program bantuan dana pendidikan BRIN untuk meningkatkan kapasitas talenta riset dan inovasi melalui pendidikan formal S2 dan S3 berbasis kegiatan penelitian. Peserta menjalani pendidikan pascasarjana dengan riset sebagai pusat proses belajar.
Pelaksanaannya melibatkan kemitraan BRIN dengan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Peserta dibimbing oleh promotor dari perguruan tinggi mitra dan co-promotor dari BRIN sesuai bidang penelitian. Risetnya diarahkan agar selaras dengan agenda kelompok riset di BRIN.
Skema ini membuat pendidikan dan praktik penelitian berjalan berdekatan. Bagi peserta, manfaatnya tidak berhenti pada penyelesaian gelar. Ada akses terhadap pembimbing, fasilitas riset, jejaring kolaborasi, dan lingkungan yang menuntut hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan.
Dari ruang penandatanganan ke panggung utama
Sesudah momen yang lebih kecil dan personal itu, konteksnya melebar ke IRIFair 2026 Road to Talent Fest. Rangkaian ini mempertemukan peserta, periset, pemerintah, perguruan tinggi, dan industri untuk membicarakan ekosistem talenta riset dan inovasi menuju Indonesia Emas 2045.


Percakapan tentang masa depan talenta riset
Salah satu benang merah acara adalah diskusi Connecting the Dots: The Future of Indonesia’s Research Talents. Dari kursi audiens, saya melihat isu pengembangan peneliti tidak dibicarakan sebagai program yang berdiri sendiri, melainkan sebagai kerja lintas lembaga dan lintas tahap karier.


Panggung juga memperlihatkan bagaimana percakapan itu dimoderasi dan diterjemahkan menjadi agenda yang dapat diikuti audiens. Dokumentasi berikut menangkap dua sudut: pengenalan moderator dan suasana paparan dari podium.


Ekosistem yang harus diorkestrasi
Paparan kebijakan membantu saya melihat bahwa pengembangan talenta membutuhkan lebih dari satu program. Bappenas memosisikan perannya sebagai orkestrator: mengintegrasikan kebijakan, menyelaraskan kerja lintas sektor, memperkuat regulasi dan kelembagaan, mengembangkan basis data serta pembiayaan, lalu memastikan implementasi berbasis data.


IRIFair sendiri merupakan program penjaringan talenta riset dan inovasi melalui kompetisi ilmiah. Pada 2026, rangkaiannya mencakup B-BRAVE untuk siswa SMA, B-CREATIVE untuk mahasiswa magister, serta BRINathon untuk mahasiswa S1 dan D4. Peserta juga mengikuti pembimbingan, pameran proyek riset, kelas, dan kegiatan pengembangan jejaring.
Satu perjalanan, banyak ruang pertemuan
Foto-foto bersama menutup rangkaian dengan nada yang berbeda dari layar kebijakan dan panel formal. Di sinilah ekosistem terasa sebagai kumpulan orang: peserta, panitia, pembicara, dan pendamping yang hadir dalam ruang yang sama.



Perjalanan talenta riset tidak dimulai dari satu acara. Sebagai konteks arsip, saya juga menyertakan dokumentasi BRIN Talent Gathering “Building Your Research Career” di Jakarta pada 26 September 2024. Foto ini bukan bagian dari IRIFair 2026; ia menunjukkan kesinambungan ruang belajar dan percakapan karier riset yang saya temui di lingkungan BRIN.


Yang saya bawa pulang dari IRIFair 2026 adalah pemahaman bahwa perjalanan menjadi peneliti tidak berlangsung sendirian. Ada ekosistem yang perlu dibangun dan dijaga, mulai dari ruang belajar, pendampingan, akses fasilitas, sampai kesempatan berkolaborasi. Saya senang dapat mewakili teman-teman peserta DbR pada salah satu bagian dari perjalanan itu. Setelah seremoni selesai, tugas yang sebenarnya tetap sama: melanjutkan riset dengan serius dan membuat hasilnya bermanfaat.
Rekaman lengkap acara
Sumber
